Cerita kami bermula ketika dua pendiri kami, Najwa Shihab (Nana) dan Alfatih Timur (Timmy), mengambil peran sebagai anggota dewan di sebuah lembaga bantuan hukum di Indonesia. Dari pengalaman ini, mereka melihat kontras yang nyata: besarnya dampak dari kerja-kerja organisasi tersebut, tetapi juga beratnya upaya untuk tetap berjalan dengan pendanaan yang terbatas dan tidak dapat diprediksi.
Cerita kami bermula ketika dua pendiri kami, Najwa Shihab (Nana) dan Alfatih Timur (Timmy), mengambil peran sebagai anggota dewan di sebuah lembaga bantuan hukum di Indonesia. Dari pengalaman ini, mereka melihat kontras yang nyata: besarnya dampak dari kerja-kerja organisasi tersebut, tetapi juga beratnya upaya untuk tetap berjalan dengan pendanaan yang terbatas dan tidak dapat diprediksi.


Misi kami bertumpu pada tiga proses yang saling terhubung: memobilisasi sumber daya, mengelola dana abadi, dan memberikan hibah yang strategis. Berikut adalah gambaran lebih dekat tentang bagaimana masing-masing elemen ini bekerja:
Kami menggerakkan kekuatan komunitas melalui kampanye daring dan berbagai penggalangan dana kreatif secara luring. Setiap donasi dan partisipasi tidak hanya mendorong misi kami, tetapi juga membawa isu ini lebih dekat ke masyarakat, memperluas kesadaran dan dukungan publik.
Kami menyambut kontribusi strategis dari individu, kelompok, dan institusi yang percaya pada misi ini. Baik melalui sumbangan langsung maupun dengan menjadikan kami sebagai penerima manfaat dari penggalangan dana, dukungan Anda membantu membangun fondasi yang kokoh agar kerja hak asasi manusia dapat terus berkembang dan bertahan lama.
Kami mengupayakan hibah-hibah bernilai tinggi dari institusi yang sejalan dengan komitmen kami, yang memungkinkan kami mengembangkan inti dana abadi sambil tetap menjaga independensi kami.